Seorang
sastrawan Amerika Serikat, Henry Adams pernah mengatakan “Chaos is the law of
nature. Order is the dream of man”. Terjemahan bebasnya adalah “Kekacauan
adalah hukum alam, sedangkan keteraturan adalah dambaan manusia”. Kekacauan adalah bagian dari hukum alam. Kekacauan
bisa terjadi dimana-mana, bisa berupa konflik kepentingan, keinginan yang
dipaksakan, perubahan peraturan.
sumber: www.kompasiana.com
Ditengah
kekacauan, kita masih sangat berharap terjadinya keteraturan. Senang sekali
rasanya saat anda merasa bisa meramal masa depan, mengerti semua jawaban atas
permasalahan, bisa menjaga segala sesuatunya tetap teratur dan bisa
dikendalikan. Namun nyatanya, sekuat apapun anda berusaha untuk mengendalikan,
kekacauan suatu saat tetap akan mendatangi anda.
Risa adalah seorang staf pada sebuah lembaga diklat. Dia diberi tanggung jawab untuk menyusun kurikulum pelatihan. Salah satu tahapan pekerjaannya adalah melakukan seminar draft kurikulum yang telah dia susun. Untuk mendapatkan seminar yang baik, maka dia mempersiapkan dengan matang segala keperluan seminar tersebut. Draft Kurikulum telah ia buat dengan baik, konsumsi telah dipersiapkan, peserta seminar dan narasumber telah dihubungi dengan jadwal kegiatan yang telah ditentukan. Dalam fikirannya, kegiatan ini tidak mungkin tidak berjalan mulus. Pada hari pelaksanaan, ternyata kekacauan-kekacauan mulai terjadi. Di hari yang sama ternyata ada kegiatan lain yang membuat sejumlah peserta tidak bisa hadir. Narasumber yang diundangkan pada detik terakhir baru menginformasikan juga tidak bisa hadir. Sedangkan konsumsi sudah tiba. Walaupun demikian acara tetap harus berjalan. Draft kurikulum yang dipresentasikan, ternyata mendapat masukan peserta dan narasumber dengan perombakan yang cukup besar. Padahal, tenggat waktu untuk menyelesaikan kurikulum tersebut sangatlah singkat. Situasi ini cukup membuat Risa menjadi tertekan karena kejadian tersebut tidak ada dalam fikirannya sebelumnya.
Kejadian yang dialami Risa, tentu banyak dialami oleh orang lain, hanya dalam bentuk yang berbeda. Kejadian tersebut memang tidak menyenangkan, namun jika anda bisa mengendurkan tuntutan anda terhadap kekacauan, bahwa anda akan selalu dapat mengendalikan keadaan, maka saat kekacauan itu tiba, anda dapat menghadapinya dengan lebih tenang, lebih dewasa bahkan anda bisa menganggapnya sebagai humor. Rahasianya terletak lebih pada menerima ketimbang melawan. Kita terima, bahwa memang kekacauan itu adalah bagian dari hukum alam, seperti gravitasi. Ketika kekacauan tersebut memang harus datang, maka ia tak dapat kita halang-halangi dan anda tak perlu naik pitam karena kedatangannya.
Ketimbang anda ngotot untuk mengendalikan kekacauan, masih banyak tantangan hidup lain yang masih bisa anda kendalikan. Berikanlah energi anda pada hal-hal tersebut. Dengan mencoba hal ini, anda tidak perlu heran ketika hidup anda terasa lebih ringan dan lebih indah.
Risa adalah seorang staf pada sebuah lembaga diklat. Dia diberi tanggung jawab untuk menyusun kurikulum pelatihan. Salah satu tahapan pekerjaannya adalah melakukan seminar draft kurikulum yang telah dia susun. Untuk mendapatkan seminar yang baik, maka dia mempersiapkan dengan matang segala keperluan seminar tersebut. Draft Kurikulum telah ia buat dengan baik, konsumsi telah dipersiapkan, peserta seminar dan narasumber telah dihubungi dengan jadwal kegiatan yang telah ditentukan. Dalam fikirannya, kegiatan ini tidak mungkin tidak berjalan mulus. Pada hari pelaksanaan, ternyata kekacauan-kekacauan mulai terjadi. Di hari yang sama ternyata ada kegiatan lain yang membuat sejumlah peserta tidak bisa hadir. Narasumber yang diundangkan pada detik terakhir baru menginformasikan juga tidak bisa hadir. Sedangkan konsumsi sudah tiba. Walaupun demikian acara tetap harus berjalan. Draft kurikulum yang dipresentasikan, ternyata mendapat masukan peserta dan narasumber dengan perombakan yang cukup besar. Padahal, tenggat waktu untuk menyelesaikan kurikulum tersebut sangatlah singkat. Situasi ini cukup membuat Risa menjadi tertekan karena kejadian tersebut tidak ada dalam fikirannya sebelumnya.
Kejadian yang dialami Risa, tentu banyak dialami oleh orang lain, hanya dalam bentuk yang berbeda. Kejadian tersebut memang tidak menyenangkan, namun jika anda bisa mengendurkan tuntutan anda terhadap kekacauan, bahwa anda akan selalu dapat mengendalikan keadaan, maka saat kekacauan itu tiba, anda dapat menghadapinya dengan lebih tenang, lebih dewasa bahkan anda bisa menganggapnya sebagai humor. Rahasianya terletak lebih pada menerima ketimbang melawan. Kita terima, bahwa memang kekacauan itu adalah bagian dari hukum alam, seperti gravitasi. Ketika kekacauan tersebut memang harus datang, maka ia tak dapat kita halang-halangi dan anda tak perlu naik pitam karena kedatangannya.
Ketimbang anda ngotot untuk mengendalikan kekacauan, masih banyak tantangan hidup lain yang masih bisa anda kendalikan. Berikanlah energi anda pada hal-hal tersebut. Dengan mencoba hal ini, anda tidak perlu heran ketika hidup anda terasa lebih ringan dan lebih indah.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar